Danau Ranau merupakan sebuah danau yang asri dengan air yang
jernih serta melimpah dan pemandangan yang menarik di daratan Sumatera. Danau
ini menjadi bagian dari wilayah dua kabupaten yaitu Kabupaten Lampung Barat,
Provinsi Lampung dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera
Selatan. Lokasi sekitar danau di bagian timur sudah dilengkapi dengan sarana
jalan yang cukup bagus dan bisa dicapai dengan kendaraan roda empat. Danau ini
selain menjadi tempat wisata, juga menjadi jalur transportasi antar desa-desa
di wilayah Lampung barat (Lombok) dan Sumatera Selatan (Banding, Kotabatu, Heni
Arong) dengan perahu bermesin kecil. Sangat disayangkan bahwa sarana kelistrikan
daerah ini masih minim sekali.
Bentang alam sekitar danau Ranau terdiri dari dataran hingga
pegunungan dengan ciri dan karakter batuan yang berbeda pula. Lereng-lereng
gunung yang terbentuk dari proses endogen dan eksogen sejak masa tersier, batuan
vulkanik yang mendominasi dan membentuk relief kasar serta curam, dilengkapi
dengan gawir-gawir terjal yang terbentuk akibat perkembangan struktur, semua
bersinergi membentuk bentang alam yang begitu exotis. Bentang alam daerah ini
dibedakan menjadi tiga satuan yaitu satuan gunungapi tua, satuan gunungapi
muda, dan pedataran aluvial (Nurhadi dkk, 2004). Bentang alam vulkanik tua
mengelilingi danau di sebelah utara, timur dan barat, sedangkan bagian selatan
tertutupi bentang alam vulkanik muda seperti adanya gunung Seminung yang
berumur kuarter.
Keragaman bentang alam ini sangat penting dalam pengembangan
pariwisata Danau Ranau, begitu pula keberadaan Danau, mata air panas, gunung,
hutan dan lahan kebun serta pertanian yang memperlengkap kekayaan wisata daerah
ini. Danau Ranau bercurah hujan yang cukup tinggi sampai sekitar mm per tahun
sehingga cukup untuk mempertahankan kestabilan tinggi permukaan air danau.
Selain potensi wisata tersebut, daerah ini mempunyai suatu sumber daya energi yang dapat menggantikan
peran energi fosil yaitu panas bumi. Beberapa manifestasi berupa mata air panas
dijumpai di lokasi Waipanas-Lombok, Talang Kedu (di desa Lombok) di wilayah
Lampung dan Kerincing, Wai Wangi, Waipanas-Kotabatu, Cukuh Penggeseran di desa
Banding wilayah OKU Selatan. Sumber daya panas bumi ini diharapkan menjadi
energi pembangkit listrik yang sangat dibutuhkan untuk kepentingan pedesaan
maupun industri di wilayah tersebut. Potensi dan pemanfaatan energi panas bumi di sekeliling
pantai Danau Ranau khususnya pada bagian selatan dan tenggara, seperti di dusun
Langkat dan Talang Kedu terdapat manifestasi panas bumi berupa mata air panas
yang sering digunakan untuk keperluan mandi oleh penduduk di sekitarnya.
Berdasarkan penyelidikan
yang dilakukan oleh Direktorat Sumber Daya Mineral (DIM) pada tahun 2004,
daerah ini mempunyai luas prospek sekitar 3 km 2 dengan suhu reservoir sekitar
200 C dan diduga mampu membangkitkan daya listrik sekitar 40 Mwe. Dengan
potensi sebesar ini sekurang-kurangnya dapat dimanfaatkan untuk pembangkit
listrik tenaga panas bumi sekala sedang untuk memasok kebutuhan listrik
pedesaan di sekitar Danau Ranau dan pengembangan pariwisata daerah ini.
Pemanfaatan lainnya adalah untuk penggunaan langsung seperti pengeringan dan
pengolahan hasil perkebunan/pertanian, selain untuk menunjang kepariwisataan
daerah ini. Prospek Panas Bumi Danau Ranau dengan potensi sebesar ± 40 MWe akan
efektif bila dikembangkan secara terpadu antara pemanfaatan untuk listrik dan
non listrik, serta diramu dengan obyek wisata danau, hutan gunung api, dan
kebun dengan menarik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar