Disusun oleh :
Nama : Muh. Syaifullah Saida
NIM
: 471 417 018
Prodi
: S1 – Teknik Geologi
Jurusan Ilmu Dan Teknologi Kebumian
Fakultas Matematikan dan Ilmu
Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Gorontalo
Tahun 2018
A. Konsep
Dasar Geomorfologi
Ø Proses
fisikal yang sama dan hukum-hukumnya yang berlaku sekarang juga berlangsung
sejak zaman dahulu sepanjang zaman geologi, meskipun dengan intensitas yang
berbeda.
Ø Struktur
geologi menjadi faktor kontrol dominan dalam evolusi bentuklahan dan
tercerminkan oleh bentuklahannya.
Ø Pada tingkat
tertentu permukaan bumi itu memiliki relief, karena proses geomorfik itu
bekerja dengan kecepatan yang berbeda-beda.
Ø Proses
geomorfik meninggalkan bekas yang menonjol pada bentuklahan, dan setiap proses
geomorfik akan berlangsung sesuai dengan karakteristik bentuklahannya.
Ø Oleh karena
tenaga erosional yang bekerja di permukaan bumi berbeda-beda, maka akan
menghasilkan tingkat perkembangan yang berbeda.
Ø Evolusi
geomorfik umumnya lebih kompleks dan tidak sederhana.
Ø Topografi
permukaan bumi yang berumur lebih tua dari zaman tersier lebih sedikit dan kebanyakan
tidak lebih dari kala Plistosen.
Ø Interpretasi
bentanglahan saat sekarang yang tepat, tidak mungkin tanpa perhatian yang
mendalam terhadap perubahan geologi dan iklim selama kala Plistosen.
Ø Penilaian
iklim dunia penting untuk memahami dengan baik arti penting dari proses
geomorfologi.
Ø Geomorfologi
meskipun lebih menekankan pada bentanglahan saat sekarang, sangat bermanfaat
untuk mempelajari sejarah sejarahnya, dan untuk memperkirakan perkembangannya
di masa yang akan datang.
Di samping konsep dasar tersebut di atas, dalam
mempelajari geomorfologi cara dan metode pengamatan perlu pula diperhatikan.
Apabila pengamatan dilakukan dari pengamatan lapangan saja, maka informasi yang
diperoleh hanya mencakup pengamatan yang sempit (hanya sebatas kemampuan mata
memandang), sehingga tidak akan diperoleh gambaran yang luas terhadap
bentanglahan yang diamati. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dikakukan
beberapa hal:
Ø
Pengamatan bentanglahan dilakukan dari tempat yang
tinggi sehingga diperoleh pandangan yang lebih luas. Namun demikian, cara ini
belum banyak membantu dalam mengamati bentanglahan, karena walaupun kita berada
pada ketinggian tertentu, kadangkala pandangan tertutup oleh hutan lebat
sehingga pandangan terhalang. Kecuali, tempat kita berdiri pada saat pengamatan
bentang alam merupakan tempat tertinggi dan tidak ada benda satupun yang
menghalangi. Itupun hanya terbatas kepada kemampuan mata memandang.
Ø
Pengamatan dilakukan secara tidak langsung di lapangan
dengan menggunakan citra pengideraan jauh baik citra foto maupun citra non
foto, cara ini dapat melakukan pengamatan yang luas dan cepat
B. Aspek-Aspek
Geomorfologi
Ø Aspek morfologi
Yang meliputi :
·
Morfografi
: Aspek geomorfologi yang deskriptif pada suatu area (dataran, perbukitan,
pegunungan, dan plateau).
·
Morfometri
: Aspek kuantitatif dari suatu area (kecuraman, lereng, ketinggian, pembukaan,
dan ketidakrataan daratan).
Ø Aspek morfogenesis
Menyangkut
asal usul dari bentuk lahan. Morfogenesis terkait dengan tenaga dan proses
geomorfologi.
Ø Aspek morfoklonologis
Membahas
tentang urutan kejadian suatu lahan yang diwujudkan dalam bentuk peta.
Ø Aspek morfo-Asosiasi
Membahas
tentang hubungan antara satu bentuk lahan dengan bentuk lahan yang lain dalam
susunan sebarannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar